Selasa, 21 April 2015

kisah cinta ali bin abu thalib dengan fatimah az-zahrah


Kisah Cinta Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah Az-Zahra




Inilah kisah cinta suci antara Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra. Cinta sahabat Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra memang luar biasa indah, cinta yang selalu terjaga kerahasiaannya dalam sikap, kata, maupun ekspresi. Hingga akhirnya Allah menyatukan mereka dalam sebuah ikatan suci pernikahan.
Konon, karena saking teramat rahasianya, setan saja tidak tahu urusan cinta diantara keduanya. Sudah lama Ali terpesona dan jatuh hati pada Fatimah, ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Umar melamar Fatimah. Sementara dirinya belum siap untuk melakukannya.
Namun, kesabaran beliau berbuah manis, lamaran kedua orang sahabat yang sudah tidak diragukan lagi keshalihannya tersebut ternyata ditolak oleh Rasulullah. Hingga akhirnya Ali memberanikan diri, dan ternyata lamarannya yang mesti hanya bermodal baju besi diterima oleh Rasulullah.
Di sisi lain, Fatimah ternyata juga sudah lama memendam cintanya kepada Ali. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah, Fatimah berkata kepada Ali,
"Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta kepada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya",
Ali pun bertanya mengapa ia tak mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya.
Sambil tersenyum Fatimah Az-Zahra menjawab, "Pemuda itu adalah dirimu".
Diceritakan, Ali Bin Abi Thalib waktu itu ingin melamar Fatimah, putri nabi Muhammad saw. Tapi karena dia tidak mempunyai uang untuk membeli mahar, maka ia membatalkan niat itu. Ali segera berhijrah untuk bekerja dan mengumpulkan uang. Pada saat Ali sedang bekerja keras, ia mendengar kabar kalau Abu Bakar ternyata melamar Fatimah. Wah, bagaimana agaknya perasaan Ali, wanita yang sudah dia inginkan dilamar oleh seseorang yang ilmu agamanya lebih hebat dari dia. Tetapi Ali tetap bekerja dengan giat.
Lalu setelah beberapa lama Ali mendengar kabar kalau lamaran Abu Bakar kepada Fatimah ditolak. Ali tertegun dan sedikit bergembira tentunya, kata Ali “waah, saya masih punya kesempatan ”. Setelah mendengar kabar itu, Ali bekerja lebih giat lagi agar cepat mengumpulkan uang dan segera melamar Fatimah. Tapi tak lama setelah itu, Ali mendengar kabar kalau Umar Bin Khatab melamar Fatimah. Wah, sekali lagi Ali mendahulukan orang lain, bagaimana perasaannya? Tapi tak berapa lama Ali mendengar kalau lamaran Umar bin Khatab ditolak. betapa senangnya Ali, mendengar kabar itu.
Tapi tak lama, kesenangan itu kembali pudar  karena terdengar kabar lagi, ternyata Utsman bin Affan melamar Fatimah. ini sudah yang ketiga kalinya, kata Ali “mungkin kali ini diterima. Kalaulah Usman tidak melamar Fatimah secepat ini, InsyaAllah tidak lama lagi saya akan melamar Fatimah, tapi , apa hendak dikata , adakah mau mengalah?".
Dan sekali lagi, tidak berapa lama dari itu, kabar ditolaknya lamaran Utsman bin Affan pun terdengar lagi, betapa bahagianya Ali. Semangat Ali untuk melamar Fatimah pun berkobar lagi, dan semangat itu didukung oleh sahabat-sahabat Ali. Kata sahabatnya “ pergilah Ali, lamar Fatimah sekarang, tunggu apa lagi?  kamu kan sudah bekerja keras selama ini, kamu juga sudah mengumpulkan harta dan cukup untuk membeli mahar. tunggu apa lagi? Tunggu yang ke4 kalinya? baik cepat!”
Dengan segera Ali memeberanikan diri untuk menghadap ke Nabi Muhammad saw. dengan tujuan melamar Fatimah, dan sahabat-sahabat tahu? lamarannya diterima!
Ternyata memang dari dulu Fatimah az-Zahra sudah mempunyai perasaan dengan Ali dan menunggu Ali untuk melamarnya. Begitu juga dengan Ali, dari dulu dia juga sudah mempunyai perasaan dengan Fatimah az-Zahra. Tapi mereka berdua sabar menyembunyikan perasaan itu sampai saatnya tiba, sampai saatnya Ijab Kabul disahkan. Walaupun Ali sudah merasakan kekecewaan 3 kali mendahulukan orang lain, akhirnya kekecewaan itu terbayar juga.
“Jodoh memang tidak kemana”,dari cerita itu, lebih memperjelas lagi kan bahwa “Cinta itu, mengambil kesempatan , atau me

Selasa, 07 April 2015

chord gitar rebellion rose

Rebellion Rose - Bermalam Bintang
intro : A D A

A D A
Malam terang bergemelap bintang
D A D A
Berbicara tentang dunia yg smakin suram
A D A
Dan lihatlah drimu masih kekawanmu
D A D A
Berjanjilah sampai mati tuk setia berdiri
A
For punk…..
A D A
Hew kawan ku jgn kau bersedih
D A
E A
Tatap matahari pagi kumpulkan semangat mu
A D A
iblis iblis tak lelah tku bernyanyi
D A E A
Seolah lepas duka tetap pada negri asih
A D A
Aku kamu dia dan mereka
D A E A
pasti pernah terpuruk dan berada diatas
A D A
ingat kawan kita yg terluka
D A E
A
dan tak sanggup lagi tuk tahan air mata
D A
karena kita manusia
E D A
terbatas dgn smua yg kita miliki
D A
tapi tetap berdiri tegak
E
D A
hantam tembok penghalang dengan sangat
terhormat
D A
karena kita semua bersaudara
E A D A
senyuman air mata keringat dan harapan
D A
tetap nyanyikan bermalam bintang
E D A
jaga untuk saudara kita tetap bersama

chord gitar superman is dead

SUPERMAN IS DEAD
bukan pahlawan


intro : Em C G D 

    Em       C     G         D 
Disudut kota ini melangkah sepi 
     Em     C     G         
Dihantui mimpi abadi 
       Em      C      G         D 
Tangis dan air mata dipinggir jalan 
     Em       C      G     
Kapankah ini kan berakhir? 

Em C G D  

    Em      C         G        D 
Pemabuk dipelukan pelacur jalanan 
      Em      C      G 
Bermahkotakan duri tajam 
      Em     C       G        D 
Tutup matamu kawan besarkan hati 
      Em      C       G 
Surga dan neraka menanti? 

[reff] 
    C        G        D        G 
Aku bukan pahlawan berparas tampan 
      C       G        D   
Sayap-sayap pupus terbakar 
      C       G          D     G 
Salah benar semua pernah kulakukan 
       C       D       G 
Angkat gelas kita bersulang! 

Em C G D 2x 
aa... aa... 

[Interlude] Em C G D Em C G 2x 

     Em      C       G        D 
Pertarungan abadi setan malaikat 
      Em       C        G    
Luluh lantak darah mewangi 
      Em      C       G        D 
Berhamburan sejuta nafas terakhir 
    Em      C       G 
Dunia berhenti tertawa? 

to [reff] 

       C       D       G 
Angkat gelas kita bersulang! 
      C        D        G 
Walau kalah jangan menyerah! 
       C       D       G 
Angkat gelas kita bersulang!